This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Tampilkan postingan dengan label Chassis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chassis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juli 2013

Ban dan Bagian lapisan-lapisannya


Apa yang pertama kali muncul di benak pikiran kita, bila mendengar kata “ban”. Karet bundar, menyebutkan merek ban, roda mobil, hitam dan sebagainya. Ya, banyak sekali yang muncul di benak kita saat mendengar kata “ban”. Sangat beragam jawabannya dari masing-masing kita bila mendengar kata “ban”.

Fungsi
1. Menahan seluruh berat kendaraan
2. Memindahkan tenaga ke permukaan jalan
3. Memindahkan gaya pengereman ke permukaan jalan
4. Menjadikan sistem kemudi dapat bekerja
5. Mengurangi kejutan yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak rata


Konstruksi Ban


Carcass merupakan rangka ban yang keras, berfungsi untuk menahan udara yang bertekanan tinggi, tetapi harus cukup flexibel untuk meredam perubahan beban dan benturan

Tread berfungsi untuk melindungi carcass terhadap keausan dan kerusakan yang dsebabkan oleh permukaan jalan

Sidewall adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan melindungi carcass terhadap kerusakan dari luar

Breaker terletak antara carcass dan tread yang memperkuat daya rekat keduanya, dan meredam kejutan yang timbul dari permukaan jalan ke carcass

Bead berfungsi untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh oleh karena berbagai gaya yang bekerja


Tentunya, kita sudah paham betul, fungsi dari ban itu apa, walaupun tidak secara langsung bersinggungan dengan segala aktifitas kita beserta mobilitas kita. Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, ban adalah salah satu komponen kendaraan yang sangat penting. Kenapa ? bisa dibayangkan, bila kita menghadapi permasalahan seputar ban, dari yang teringan (sepele) hingga yang terberat. Sebut saja, dari ban kempes, ban bocor, bikin BT ajah..ya :D, apalagi yang pernah mengalami ban bocor saat berangkat ke sekolah ataupun ke kantor, bisa dibayangkan, ada rasa panik, walaupun tingkatannya berbeda dari masing-masing individu. Akupun, pernah mengalaminya, saat berangkat kerja, ban sepeda motor bocor, jam masuk kantor sudah mepet lagi. Ada juga yang riskan, ban bocor pada malam hari di tengah jalan yang sepi… hiiii syereemm, jangan sampai deh…  yang tambah menyebalkan adalah, mengganti ban bocor tersebut dengan ban serep, capek-capek kita mendongkrak, membuka baut ban secara bersilangan hingga selesai, duh, capeknya.. yang lebih menyeremkan lagi, pecah ban pada kecepatan tinggi, ndak usah dibayangkan selanjutnya….
Tahukah kita, bahwa ban juga bisa dilihat sejarah dan peruntukkannya dan mengandung arti tersendiri, salah satunya dari kapan ban tersebut dibuat, ada tanda “lahir”nya, umumnya terletak di samping ban, cara melihat angkanya adalah dalam satuan minggu dan tahun, terdiri dari empat digit, biasanya dalam lingkaran elips atau kotak di dinding ban, misalkan tertulis 3807, artinya ban tersebut dibuat pada minggu ke 38 pada tahun 2007, contoh lain, 2709, artinya ban tersebut dibuat pada minggu ke 27 pada tahun 2009, dua angka pertama adalah mingguannya, dua angka terakhir adalah tahun pembuatannya. Coba cek ban di kendaraan kesayangan kita masing2.. pasti ada deh tulisannya yang juga merupakan akte “lahir” dari ban.

Mungkin diantara kita pernah melihat deretan angka dan huruf di dinding ban mobil, misalkan angka 185/70 R14H, tertera di dinding ban mobil.

- Artinya, angka 185 adalah lebar ban dalam satuan mm
- Angka 70 adalah ketebalan ban atau tinggi ban dalam persentase dengan lebar ban.
  Angka 70, berarti 70 %
- R, jenis konstruksi ban yang bernamakan radial
- 14, adalah ring, diameter pelek mobil yang bisa dipakai dalam ban tersebut, satuannya inchi.

- Huruf “H” simbol kecepatan maksimum yang bisa dilewati sebuah ban, ada sejumlah kategori kecepatan dari mulai Q sampai dengan Z yang paling tinggi. Detailnya bisa dilihat di dalam tabel. 1 mil = 1,6 km, tinggal di konversikan sendiri. Untuk kategori Z, umumnya dipakai untuk mobil-mobil sport, eksotis yang mempunyai tenaga mesin besar, diatas rata-rata kendaraan sehari-hari, seperti Ferrari, Lamborghini, Maserati, Porsche, Mc-Laren dsb


Bagaimana dengan angka 225/35 R19 V ? cari sendiri…

Adapula simbol-simbol lainnya, bisa dilihat sendiri di tabel dibawahnya dan attachment file.... :D

Yang tidak kalah penting, adalah melihat dari TWI (Thread Wear Indicator), merupakan indikator batas aman sebuah ban digunakan, bila melewati TWI, sangat beresiko, safety first, bisa-bisa pecah ban. Buat musim hujan seperti saat ini, pastikan masih diatas TWI. Kalau di Eropa, saat pergantian musim, wajib mengganti ban sesuai dengan musimnya, kalau tidak kena tilang, bukan hanya kembangannya tetapi komponnya juga. Di sini ? belum perlu kompon yang berbeda, karena suhu jalan di tanah air, relatif tidak jauh berbeda, jadi tidak perlu mengganti kompon yang berbeda. Terpenting adalah TWI masih cukup. Melihat TWI, adalah batas kembangan dengan dinding ban, disebelah samping, umumnya ada semacam panah. Bila kembangan ban sudah mendekati panah, berarti sudah habis masa pakainya.

Meletakkan ban di toko ban juga disarankan di tata tegak berdiri, bukan ditumpuk tidur, umumnya untuk menjaga keawetan ban yang akan dipakai. Tekanan angin juga perlu diperhatikan. Tidak kempes ataupun terlalu keras. Setiap ban punya tekanan standar masing-masing, ada tertulis didinding ban, satuannya umumnya menggunakan satuan psi. ada juga beban maksimal setiap ban yang bisa ditanggung.
Menariknya, bila kita mencermati, UULLAJ (undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan) baru no. 22 tahun 2009, salah satu pasal, yaitu 278, kendaraan bermotor roda 4 atau lebih harus membawa ban cadangan. Nah…, sekarang teknologi otomotif makin maju. Bagaimana pula dengan beberapa mobil-mobil canggih yang tidak punya ban serep, bagaimana pula dengan pemilik mobil BMW seri 3 tahun 2006 keatas hingga sekarang (2012) yang sudah tak dilengkapi ban cadangan karena sudah berteknologi RFT (Run Flat Tyre). Dimana, ban tersebut bila kena paku, tidak langsung serta merta kempes ataupun bocor, umumnya bisa dipakai jalan dengan aman sejauh kurang lebih 150 km, dengan kecepatan maksimal 80 km/jam. Ini untuk memberikan kesempatan buat kita untuk mencari tempat yang aman untuk mengganti ban yang bocor tersebut. Teknologi ban RFT ini berbeda-beda kemampuannya, tergantung merek ban yang diusung. Merek lainnya juga menggunakan teknologi seperti ini. Bagaimanapula dengan VW Touran yang hanya sediakan repair kit untuk tambal ban sendiri jika bocor ? tanpa ada ban serep. Sedikit bergeser, Honda Civic Genio, Maestro, salah satu contoh yang mana ban serepnya berukuran lebih kecil dengan keempat roda lainnya yang sedang terpasang. Ada pula beberapa mobil jenis MPV (Multi Purpose Vehicle), seperti Alphard, Ellyson dsb, yang tidak memakai ban serep dengan alasan agar bagasi lebih luas, tidak termakan buat tempat ban serep.

  •  
    P 205 / 75 R 15 98 H XL
     
    205
    Nominal Bagian Lebar (mm)
    75
    Aspect Ratio (Series)
    R
    Konstruksi Radial
    15
    Diameter Velg
    98
    Indeks Beban (750kg)
    H
    Indeks Kecepatan (210 km/h)
    XL
    Beban Ekstra
     
     
     
     
     
    245 / 75 R 15 C 120/116 L
     
    245
    Nominal Bagian Lebar (mm)
    75
    Aspect Ratio (Series)
    R
    Konstruksi Radial
    15
    Diameter Velg
    C
    Jangkauan Beban (6PR)
    120/116
    Indeks Beban
    (Tunggal/Ganda = 1,400kg/1,250kg)
    L
    Indeks Kecepatan (120 km/h)
     
     
     
     
     
    31 x 10.50 R 15 109 Q
     
    31
    Diameter ban (inci)
    10.50
    Nominal Section Width (inch)
    R
    Konstruksi Radial
    15
    Diameter Velg
    109
    Load Index (1,030kg)
    Q
    Indeks Kecepatan (160 km/h)
     
     
     
     
     
    19 / 57 - 15
     
    19
    Nominal Bagian Lebar (cm)
    57
    Diameter Ban
    15
    Diameter Velg
     
     
     
     

  • hal lain tentang ban

    Membaca spesifikasi ban
    Dinding ban Anda, yang dikenal dengan nama “sidewall”, berisikan semua informasi yang Anda butuhkan untuk mengenal ban Anda. Semua ban, baik Goodyear maupun merek lain, diwajibkan menyediakan informasi ini.

    Chart Peringkat Kecepatan.
    Tingkat Kualitas Ban : Uniform Tire Grading System atau UTGS.
    Keausan Telapak Ban.
    Daya Cengkeram.
    Temperatur.

    Tire Type” memberitahu Anda untuk kendaraan jenis apa ban ini dibuat. “P” berarti ban ini dibuat untuk kendaraan pengangkut penumpang. “LT” berarti ban inidibuatuntuk

    "light truck" atau kendaraan pengangkut barang yang tidak terlalu besar seperti pick-up .
    “Tire Width” memberitahu Anda ukuran ban diukur dari dinding yang satu ke dinding yang lain. Dalam contoh ini misalnya, lebar ban adalah 215 milimeter.

    Aspect Ratio” adalah perbandingan antara tinggi ban dan lebarnya. Dalam contoh ini 65 berarti tinggi ban adalah 65% dari lebar ban.

    Construction” memberitahu Anda bagaimana ban ini dirakit. “R” berarti “radial”, yang berarti bahwa benang-benang ply di tubuh ban ini yang merupakan lapisan yang membentuk badan dari ban, menutupi seluruh ban dari bead ke bead . “B” berarti bahwa ban ini termasuk jenis “bias construction”, yang berarti bahwa benang-benang ply dirajut secara diagonal melintasi ban dari bead ke bead, dengan arah lapisan silih berganti agar saling memperkuat.

    "Wheel Diameter" adalah lebar velg dari satu ujung ke ujung yang satu lagi. Diameter untuk velg ini adalah 15 inci.
    "Load Index" adalah angka yang menginformasikan beban maksimum dalam kilogram yang dapat dipikul oleh sebuah ban bila tekanan udaranya tepat. Anda bisa juga menemukan angka beban maksimum dalam kilogram dan pon di tempat lain di dinding samping ban.

    "Speed Rating" memberitahu Anda kecepatan maksimum untuk ban. “H” berarti bahwa ban tersebut dapat dipakai untuk kecepatan maksimum 210 kilometer per jam. Ingatlah bahwa peringkat ini hanya dimaksudkan untuk mengindikasikan kapabilitas kecepatan ban, dan sama sekali TIDAK DIANJURKAN bahwa Anda melampaui batas-batas kecepatan legal yang tertera di rambu-rambu lalu lintas. Selalu perhatikan batas-batas kecepatan yang diperbolehkan.

    Chart Peringkat Kecepatan

    Goodyear menyediakan banyak ban dalam versi kecepatan tinggi untuk mengimbangi kemampuan mobil-mobil tercepat di dunia. Secara umum dianjurkan agar setiap kali Anda harus mengganti ban untuk kecepatan tinggi Anda menggunakan ban dengan kapabilitas yang sama atau lebih tinggi lagi.
    Bila mobil Anda dilengkapi dengan ban-ban dengan sertifikasi peringkat kecepatan maksimum yang berbeda-beda, maka kecepatan maksimum dibatasi oleh sertifikasi kecepatan maksimum yang dimiliki ban dengan peringkat kecepatan paling rendah di mobil itu.
    Peringkat kecepatan tidaklah menunjukkan seberapa baik ban itu bekerja ataupun berbelok. Peringkat kecepatan hanya menjelaskan kemampuan ban itu bertahan dalam kecepatan tinggi.
    *The Goodyear Tire & Rubber Company” tidak merekomendasikan penggunaan produk-produknya di luar batas-batas kecepatan legal.

    "DOT" berarti bahwa ban ini mematuhi semua standar keselamatan yang diterapkan oleh Departemen Transportasi Amerika Serikat. Di sebelah DOT terdapat identifikasi atau nomor seri, yaitu kombinasi angka dan huruf sebanyak 12 digit.

    "UTQG" adalah singkatan dari “Uniform Tire Quality Grading”, yaitu sistem peringkat kualitas yang dikembangkan oleh Departemen Transportasi (DOT) Amerika Serikat.

    Tingkat Kualitas Ban: Uniform Tire Grading System atau UTGS
    Di luar ban-ban untuk jalanan bersalju, Departemen Transportasi mewajibkan semua pabrik ban menentukan tingkat kualitas ban untuk mobil penumpang berdasarkan tiga faktor kinerja, yaitu keausan telapak, daya cengkeram dan ketahanan terhadap temperatur tinggi. Daftar peringkat UTQG untuk setiap ban Goodyear yang dibuat untuk mobil penumpang dan mobil barang ringan dapat dibaca di “ Car/Light Truck Tire Catalog .”

    Keausan Telapak Ban
    * Di atas 100 – lebih baik
    * 100 - Baseline
    * Kurang dari 100 - lebih buruk
    Angka keausan telapak ban adalah peringkat komparatif berdasarkan tingkat kecepatan keausan ban ketika diuji di bawah kondisi yang dikontrol di track pengujian milik pemerintah. Angka 200 mengindikasikan bahwa ban itu akan dua kali lebih cepat mengalami keausan dibandingkan dengan ban yang mendapat angka 100 dalam track pengujian milik pemerintah. Seberapa lama Anda dapat menggunakan ban Anda tentulah tergantung pada kondisi-kondisi di mana Anda menjalankan kendaraan Anda dan juga dapat berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan mengemudi Anda, kebiasaan merawat ban, perbedaan karakter jalan dan iklim. Catatan: Angka keausan telapak ban hanya berlaku sebagai perbandingan saja di antara lini-lini produk pabrik ban yang sama. Angka ini tidak berlaku dalam membandingkan produk-produk dari pabrik yang berbeda.

    Daya Cengkeram
    * A - Paling baik
    * B - Sedang
    * C - Cukup
    Grade daya cengkeram memperlihatkan kemampuan ban untuk stop di permukaan jalan yang basah diukur di bawah kondisi yang dikontrol dan di atas track pengujian khusus dengan permukaan aspal dan beton yang dimiliki pemerintah. Grade daya cengkeram ini didasarkan pada pengujian pengereman dengan “kemudi lurus ke depan,” Grade ini tidak mencerminkan kemampuan ban mencengkeram jalan ketika berbelok.

    Temperatur
    * A - Terbaik.
    * B - Sedang
    * C - Cukup
    Grade temperatur mengindikasikan kemampuan ban bertahan terhadap temperatur yang dihasilkan pada waktu diuji di bawah kondisi yang dikontrol di laboratorium dalam ruang khusus dengan menggunakan velg pengujian. Temperatur yang terus-menerus tinggi dapat menyebabkan material dalam ban mengalami kerusakan dan usianya menjadi pendek. Temperatur yang berlebihan dapat menyebabkan ban tidak bisa dipakai lagi. Ban-ban Goodyear menaati hukum Federal Amerika Serikat, yang mewajibkan setiap ban setidak-tidaknya memenuhi persyaratan minimal Grade C.

    Selasa, 18 Juni 2013

    Rem Tromol


    Rem terdiri dari beberapa jenis, diantaranya berdasarkan konstruksinya yang terdiri dari rem cakram dan rem tromol. Untuk saat ini saya membahas tentang Rem Tromol

    komponen :

    • Tromol
    • Silinder Roda
    • Sepatu Rem
    • Kampas Rem
    • Pegas Pengembali

    Rem Tromol pada kendaraan mobil biasanya dipakai pada roda belakang.


     












    Cara Kerja :

    Saat pengemudi menginjak pedal rem, master silinder menekan fluida kemudian fluida meneruskan tekanan ke silinder roda, silinder roda kemudian menekan sepatu rem yang akhirnya sepatu rem yang membawa kampas  rem menekan tromol dan menimbulkan gesekan antara kampas rem dan tromol, gesekan inilah yang menyebabkan kendaraan melambat atau berhenti.

    Macam-macam rem tromol

    • Tipe leading and trailing
    • Tipe uniservo
    • Tipe duoservo
    • Tipe two leading single action
    • Tipe two leading double action






    A. Tipe leading and trailing
    Jenis ini hanya menggunakan sebuah satu silinder roda dengan dua piston di dalamnya. Sepatu roda yang tidak berhubungan dengan silinder roda ditumpu oleh anchor pin sehingga tidak dapat bergerak. Gaya pengereman tipe ini sama kekuatannya pada saat maju atau mundur sehingga lebih cocok untuk rem roda belakang.


    B. Tipe uniservo
    Tipe ini hanya memiliki satu silinder roda dan satu piston didalamnya, sepatu rem yang tidak berhubungan dengan sepatu rem masih dapat bergerak. Kekuatan pengereman jenis ini lebih kuat  pada saat maju dibanding mundur, sehingga lebi cocok untuk rem depan.

    C. Tipe duoservo
    Tipe ini hampir sama dengan tipe leading and trailing, perbedaannya pada sepatu rem yang tidak berhubungan dengan silinder roda tidak diikat mati, atau diikat mengambang sehingga dapat bergerak. Seperti pada tipe uniservo, tekanan hidraulis yang diterima sepatu rem diteruskan ke sepatu rem yang lain. Kekuatan pengereman tipe ini sama kuatnya antara maju dan mundur, sehingga lebih cocok untuk rem belakang tetapi kekuatan pengeremannya lebih kuat dinanding tipe leading and trailing.


    D. Tipe Two laeding single action
    Tipe two leading shoe dibagi menjadi dua,yaitu single action dan double action. Tipe single action two leading shoe mempunyai dua silinder roda yang masing-masing mempunyai satu piston tiap sisinya. Apabila rem bekerja pada kendaraan bergerak maju,maka kedua sepatu rem akan berfungsi sebagai leading shoe.
    E. Tipe Two Leading Double Action
    Konstruksi model ini dilengkapi dengan dua buah silinder roda yang dipasang di atas dan di bawah sepatu primer dan sekunder. Pada model ini baik maju maupun mundur kedua sepatu menjadi trailling.

    Minggu, 09 Juni 2013

    Anti lock Brake System (ABS)

    Anti-lock braking sistem (ABS) atau Sistem rem anti terkunci  merupakan sistem pengereman pada mobil agar tidak terjadi penguncian roda ketika terjadi pengereman mendadak/keras.
    Sistem ini bekerja apabila pada mobil terjadi pengereman keras sehingga salah sebagian atau semua roda berhenti sementara mobil masih melaju, membuat kendaraan tidak terkendali sama sekali. Ketika sensornya mendeteksi ada roda mengunci, ia akan memerintahkan piston rem untuk mengendurkan tekanan, lalu mengeraskannya kembali begitu roda berputar. Proses itu berlangsung sangat cepat, bisa mencapai 15 kali/detik. Efeknya adalah mobil tetap dapat dikendalikan dan jarak pengereman makin efektif.
    Manfaat Fitur ABS
    Kesalahan persepsi pada fungsi rem menyebabkan redahnya pemahaman konsumen pada manfaat rem ABS (Anti-lock Braking System). Karena itu, tak mengherankan bila masih banyak konsumen mobil yang menganggap sepele fungsi fitur rem ABS. Padahal, fitur ABS sangat besar manfaatnya bagi keselamatan berkendara, terutama saat pengereman mendadak terlebih dilakukan di jalan yang licin.
    Sampai detik ini pun banyak di antara pengemudi yang memahami rem sebagai penghenti laju kendaraan. Padahal, fungsi rem hanyalah mengurangi putaran roda. Cobalah Anda bayangkan, mengapa mobil yang berlari kencang masih meluncur ketika rem sudah diinjak sedemikian dalamnya. Apalagi bila dilakukan dalam kondisi lintasan basah atau berpasir.
    Penyebab masih meluncurnya mobil setelah di rem bukan karena roda yang masih berputar, tapi diakibatkan gaya sentrifugal. Semakin kencang pergerakan mobil maka semakin besar potensi gaya sentrifugal yang diterimanya ketika dilakukan pengentian mendadak. Pada mobil tanpa fitur ABS gaya sentrifugal yang besar bahkan mampu menyeret ban yang terkunci oleh rem.
    Efek dari gaya sentrifugal memang hanya melempar mobil lurus ke depan. Namun bisa dibayangkan, bagaimana bila ketika gaya sentrifugal diterima mobil posisi roda depan sedang dalam keadaan miring. Ya, mobil akan meluncur tak terkendali, bahkan paling fatal mengakibatkan mobil terbalik.
    Untuk mengurangi gaya sentrifugal itulah maka tercipta rem ABS. Namun jauh sebelum ABS ditemukan para pembalap telah menerapkan prinsif kerja rem ABS secara manual. Para pembalap biasanya melakukan pengereman dari kecepatan tinggi dengan cara menekan pedal rem secara bertahap, dalam reflek tinggi dan bobot tekanan yang berbeda-beda.
    Pengemudi awam kerap memahami metode ini dengan melakukan tindakan “mengocok” rem. Namun hampir sebagian besar dari mereka salah menerapkannya. Alhasil, tak ada manfaat dari tindakannya itu.
    Sebetulnya, yang dilakukan pembalap tempo dulu (sebelum ditemukan ABS) sama dengan prinsip sederhana kerja fitur ABS. ABS melakukan pengurangan laju secara gradual dengan pengereman bertahap. Metode kerjanya dikontrol secara mekanis. Tujuannya, untuk menghindari roda terkunci, sehingga potensi gaya sentrifugal yang akan mendorong mobil ikut terkurangi.
    Pada mobil-mobil mahal, sistem ABS sudah dikontrol oleh teknologi komputer yang cerdas. Beberapa mobil canggih bahkan bisa mengontrol besaran tekanan rem yang dibutuhkan untuk masing-masing roda.
    Namun terkadang, tanpa di sadari, banyak pengendara mobil berfitur ABS masih memperlakukan gaya pengereman “mengocok”. Tindakan ini sama sekali tidak dibutuhkan. Sebaliknya bila hal ini dilakukan maka hanya akan membingungka sensor ABS yang pada ujungnya mengurangi sensitifitas pengereman.
    Jadi, bila Anda ingin membeli mobil pikirkan manfaat fitur ABS. Lagi pula apa ruginya menambah uang untuk sebuah sistem yang akan memberi keselamatan bagi Anda dan keluarga?

    Mercedes-Benz S-Class terbaru termasuk mobil yang menggunakan teknologi pengereman ABS paling mutakhir.

    Cara Kerja Rem ABS + Piranti Pendukung EBD
    Ide dibalik teknologi ABS pada dasarnya sederhana. Biasanya saat rem diinjak secara penuh, keempat roda kendaraan akan langsung mengunci. Setelah itu, mobil meluncur lurus ke depan tak bisa dikendalikan dalam posisi membelok. Ketidakstabilan itulah yang sering terjadi pada sistem rem nonABS. Hal seperti itu, tentu menimbulkan risiko kecelakaan, apalagi bila di depannya ada rintangan.
    Lain lagi dengan sistem ABS. Rem ini dirancang anti mengunci dengan tujuan untuk mencegah selip. Selain itu, membantu pengemudi memantapkan kendali pada setir dalam situasi pengereman mendadak. Dengan kata lain, ABS mencegah roda kendaraan untuk mengunci, mengurangi jarak yang diperlukan untuk berhenti dan memperbaiki pengendalian pengemudi di saat pengereman mendadak.
    Proses kerja ABS, yaitu saat pengemudi menginjak rem, keempat roda langsung mengunci. Namun, saat pengemudi tiba-tiba membelokkan setir ke kiri atau ke kanan, komputer secara otomatis melepas roda yang terkunci. Dengan sistem itu, maka mobil bisa dikendalikan dan dihentikan, sekaligus menghindari rintangan di depannya.
    Cara kerja ABS adalah mengurangi tekanan tiba-tiba minyak/oli rem pada kaliper kanvas yang menjepit piringan rem atau teromol. Tekanan minyak rem disalurkan secara bertahap. Sehingga secara perlahan-lahan kendaraan dapat dihentikan saat pengereman mendadak.
    Dalam perkembangannya sistem ABS ternyata dianggap belum cukup, sehingga para pakar otomotif pun mengembangkan teknologi pendukungnya. Piranti itu diberi nama EBD yang dirancang dengan tujuan memperpendek jarak pengereman yaitu saat rem diinjak sampai mobil benar-benar berhenti. EBD bekerja dengan memakai sensor yang memonitor beban pada tiap roda. Proses kerjanya, jika rem diinjak, maka komputer akan membagi tekanan ke setiap roda sesuai dengan beban yang dipikulnya. Dampaknya jarak pengereman menjadi semakin pendek.
    Kedua piranti ABS dan EBD saling bekerja sama untuk meningkatkan keselamatan. Sensor yang berada pada setiap roda memonitor kapan roda terkunci saat pengereman. Setiap sensor memberikan sinyal ke piranti EBD untuk mengatur kapan harus melepaskan tekanan hidrolis atau memberi tekanan kembali dalam waktu singkat.

    Ketika rem diinjak dan roda berputar lambat, unit EBD menentukan roda mana yang akan mengunci. Unit EBD kemudian memberi sinyal untuk mengurangi tekanan pengereman agar roda kembali berputar, hingga mencegah roda mengunci.

    Teknologi rem berkembang semakin canggih. Rem tidak lagi hanya berfungsi pada saat pengemudi menginjak pedal. Teknologi itu disebut electronic stability program (ESP), atau traction control.

    Sensor khusus dipasang untuk mengontrol perputaran tiap-tiap roda. Jika sebuah roda mengalami spin (berputar lebih cepat karena roda tidak menapak di permukaan jalan/ tanah), maka rem akan segera menghentikan roda itu. Selanjutnya torsi dipindahkan ke roda-roda yang menapak lebih baik, sampai roda yang mengalami spin berfungsi kembali. Rem juga akan berfungsi saat mobil mengalami understeer (terlambat menikung sehingga mobil keluar jalur) atau oversteer (menikung terlalu cepat sehingga melintir).

    Pengereman ABS VS Non-ABS: Waspadai jarak pengereman

    Jarak pengereman dalam kondisi jalan kering dan basah tentu berbeda. Kami pun mencari tahu sejauh apa perbedaannya dengan mobil ber-ABS dan tanpa sistem rem pintar ini…
    KITA tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di jalan. Kewaspadaan pengemudi tentu menjadi poin utama dalam mengemudi. Sehingga ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga, Anda pun sudah siap merespons.
    Namun selain waspada ketika mengemudi, mengenali mobil Anda juga penting. Seperti mengetahui sistem rem yang digunakan di mobil dan karakter mobil ketika mengerem.
    Umumnya mobil saat ini dilengkapi rem cakram di kedua roda depan dan teromol di belakang. Ada pula yang menggunakan rem cakram di keempat rodanya. Selain itu perlu juga diketahui, apakah mobil yang Anda gunakan sudah mengaplikasi Anti Lock Braking System (ABS) atau tidak.
    Perbedaan-perbedaan ini membuat jarak pengereman setiap mobil menjadi berbeda. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang juga berpengaruh pada pengereman. Yaitu bobot kendaraan termasuk beban yang diangkut, kecepatan kendaraan, bentuk dan profil ban, kondisi jalan, serta teknik pengereman.
    Nah, kami tertarik untuk membuktikan perbedaan jarak pengereman aktual pada kondisi kering dan basah dengan kecepatan 50 km/jam dan 80 km/jam. Untuk menunjukkan perbedaan hasil pengereman ini kami juga menggunakan dua mobil yang berbeda.
    Unit pertama adalah Toyota Vios G dengan rem ber-ABS dan bobot kosong 1.050 kg. Sementara satu lagi adalah Toyota Yaris J untuk mobil tanpa ABS yang memiliki bobot kosong 1.040 kg. Agar hasil pengukuran ini akurat, kami menggunakan alat ukur Vericom VC3000 dan pengetesan kami lakukan di Bridgestone Proving Ground di Karawang, Jawa Barat.
    REM BER-ABS


    PERANTI ABS (Anti-lock Braking System) berguna untuk meminimalkan kemungkinan roda mengunci ketika melakukan pengereman keras. Dengan begitu mobil masih bisa diarahkan untuk manuver menghindar.

    Sistem rem ABS ini terintegrasi dengan komputer. Ketika pengemudi menginjak penuh pedal rem, sensor kecepatan ABS di setiap roda akan membaca apakah ban mengunci atau tidak.
    Karena berfungsi untuk mencegah roda tidak terkunci, komputer akan mengatur tekanan hidraulis yang diterima oleh piston di kaliper rem. Itu sebabnya Anda akan merasakan tendangan balik pada pedal rem saat pengereman mendadak (panic brake) pada mobil ber-ABS.
    Dari kecepatan 50 km/jam di jalan kering, jarak pengereman hingga berhenti total yang dibutuhkan Vios adalah 9,6 meter dengan waktu 1,36 detik. Sementara jarak pengereman dari kecepatan 80 km/jam memerlukan 26,7 meter dalam 2,18 detik.
    Pada pengerema di jalan basah, Vios membutuhkan jarak 10,5 meter dengan 1,73 detik untuk berhenti total dari kecepatan 50 km/jam. Ini berarti lebih jauh 0,9 meter dari kondisi kering.
    Dengan kecepatan lebih tinggi yaitu 80 km/jam, Small Sedan ini membutuhkan jarak 28,48 meter dan waktu 2,44 detik, atau berselisih 1,78 meter dari kondisi kering. Hasil lainnya, sistem ABS membuat mobil tidak terindikasi membuang atau melintir baik di lintasan basah maupun kering.
    REM NON-ABS


    PENGEREMAN mendadak pada mobil yang tidak menggunakan ABS lebih membutuhkan pengendalian dari pengemudi ketimbang rem ber-ABS. Dengan cara pengereman yang sama, baik pada kondisi kering maupun basah, kami mengerem kuat sambil menjaga agar roda tidak mengunci. Metode pengereman ini disebut threshold.

    Hasil tes kami di lintasan kering menunjukkan jarak pengereman terbaik Yaris yang kami dapatkan dari kecepatan 50 km/jam adalah 13,4 meter dengan waktu 1,49 detik. Sedangkan untuk berhenti dari kecepatan 80 km/jam, jarak yang dibutuhkan adalah 28,9 m dalam 2,33 detik.
    Sementara pengereman pada kecepatan 50 km/jam di lintasan basah, Yaris masih bisa menjaga posisi badan lurus. Jarak pengereman terbaiknya adalah 14,4 meter dalam 1,96 detik atau lebih jauh 1 meter dari pengereman di jalan kering.
    Namun ketika kecepatan kami tingkatkan menjadi 80 km/jam, jarak pengereman terbaik Yaris mencapai 31,3 meter dalam 2,64 detik atau lebih jauh 2,4 meter.
    Sebagai data pembanding, kami juga melakukan pengereman dari kecepatan 80 km/jam hingga ban mengunci. Ternyata selain gerakan bodi Yaris membuang ke arah kanan, jarak pengeremannya juga lebih jauh 8,8 meter dengan 40,1 meter.
    KESIMPULAN


    PENGETESAN yang kami lakukan ini dapat memberi gambaran kondisi berkendara sehari-hari dan bukan untuk membandingkan data yang didapat Vios dan Yaris.

    Dengan demikian ada beberapa hal yang dapat dijadikan patokan. Seperti pentingnya mengatur jarak aman dengan kendaraan di depan, dengan melihat dibutuhkannya jarak pengereman untuk membuat mobil berhenti dari kecepatan tertentu.
    Selain itu juga tak kalah penting adalah mengetahui sistem rem yang digunakan agar kita bisa menyesuaikan teknik pengereman sesuai kebutuhan. Masih ada faktor lain yakni reaksi pengemudi terhadap situasi darurat yang berkisar antara 0,5-1 detik.
    Begitu pula dengan pengaturan kecepatan ketika hujan yang lebih rendah ketimbang kondisi kering. Soalnya jarak pengereman yang dicapai di lintasan basah terbukti lebih jauh dari lintasan kering.
    Jadi, pengaturan jarak aman dengan kendaraan di depan di jalan bebas hambatan sekitar 3 detik sudah cukup memadai untuk melakukan pengereman. Sementara ketika hujan, sebaiknya jarak ini diperlebar menjadi 5 detik.

    Air Suspension




    Air suspension, alias suspensi mobil dengan bantalan udara digunakan sebagai penopang bantingan dan pengganti fungsi per. Awalnya, sistem ini diperkenalkan oleh General
    Motors(Bus)sekitar tahun 1958.hingga kini penggunaanya banyak diaplikasi oleh berbagai
    mobil,bus dan trailer. Berkat adanya bantalan udara, tekanan angin dpt diatur seusai bobot
    terhadap ketinggian kendaraan.. Pokoknya termasuk komponen yg 'penurut'. Tentunya
    diperlukan peranti pompa udara dan tabung penyimpanan, sebelim disuntikan masuk lewat
    katup selenoid.



    ada dua macam suspensi udara itu yaitu:

    AFTERMARKET

    Pemasangan air suspension sebagai pengganti fungsi per daun atau per keong pada suspensi standar umumnya disediakan dalam satu perangkat komplet untuk instalasi. Seperti digunakan pada pengganti per keong yg terpisah dari shock(bukan coil over shock). Perangkatnya, selaon Komponen utama(kompresor,tabung,selenoid dan selang),bantal pengungkit ketinggian langsung menggantikan posisi per aslinya.


    Tidak seperti yang digunakan pada suspensi mobil jepang umumnya, bantalan udara tertanam dalam shock model strut. Letak bantal tidak terpisahkan dari shockbreaker,sehingga untuk aplikasinya perlu penggantian seluruh komponen shockbreaker.Hal serupa juga terjadi pada bantalan air suspensoin yang digunakan pada suspensi per daun. Umumnya. perangkat aftermarket ini diberikan paket bersama lengan ayun pengganti per daun.Agar naik turunya bantal tidak terganjal oleh topangan per.


    Perbedaan versi OEM dan AFTERMARKET terlihat dari kontrol ketinggian yang dimiliki. Untuk mengatur ketinggian, perlu pengaturan secara manual alias lewat tombol satu per satu, tanpa ukuran secara otomatis .Selain itu, suara buang udara saat bantalan dikempiskan terdengar keras. Karena saluran buang tidak diredam melalui saluran kenalpot, seperti model OEM. Perawatan ekstra, ternyata banyak dibutuhkan oleh perangkat AFTERMARKET. Mulai kotoran dalam selenoid,slang dan bantalan yg kerap menggangu.


    OEM(ORIGINAL EQUIPMENT OF MANUFACTURE)


    Sebagai perangkat standar yg digunakan dalam suspensi mobil pabrikan. Pemakaianya diatur sesuai kondisi jalan dan kebutuhan pengemudi. Seperti yang digunakan pada Range Rover, Ketinggian mobil dapat dibuat hingga lima posisi. Dari posisi paling tinggi Extended,High,Standar,Highway dan terakhir Access.


    Mengubah posisi terendah, yaitu access dapat dilakukan saat mobil berhenti. Tujuanya, untuk memudahkan penumpang untuk masuk ke dalam kabin. Setelah pintu tertutup semuanya, kendaraan yg sedang berjalan, otomatis dapat kembali pada posisi standar. Setelah mobil melaju pada kecepatan tinggi (diatas 96km/jam) sejauh 3.2 km.Ketinggian mobil otomatis dapat turun menjadi lebih rendah atau pindah pada posisi Highway. Setelah kecepatan kembali turun(dibawah 96km/jam)sejauh 800meter, ketinggian kembali pada posisi standar.

    Berbeda setelah tombol High ditekan dari kendaraan berhenti. Ketinggian dapat dipertahankan setelah kecepatan masih dibawah 32km/jam. Jika lebuh, komputer pengatur suspensi akan mengembalikan ketinggian posisi suspensi ke standar. Terkecuali, saat mobil dengang ketinggian High, salah satu band terpelosok masuk ke dalam lubang. Akan terpantau oleh sensor ketinggian dari masing" rodanya,untuk minta komputer mengubah ketinggian suspensi menjadi Extended.Alias posisi paling tinggi, hmm..smart.

    Merawat komponen suspensi pada Range Rover ini ternyata relatif mudah, selain pemeriksaan komponen secara rutin, saringan udara yang dihisap sebelum masuk kedalam tabung diganti sekitar satu tahun.
    Selain dipakai Range Rover, air suspension juga digunakan pada mobil Toyota Harrier 3.0 dan 3.5, Lexus LS400 dan LX470. Model pengaturan berbeda dengan Range Rover, namun diatur sesuai kondisi jalan